Senin, 13 Oktober 2008

Lihat Yang Terbaru........


Dari Gathering Indosat dan Point Plus plus

Wisata Dinner di Perbukitan, Antri Hingga Larut Malam

Wisata menarik mungkin saat Gathering Press Indosat dan dalam rangkaian acara Poin Plus plus dirasakan 100 wartawan malam itu. Bersantai sambil dinner di perbukitan Bandung, atau di lokasi Jalan Bukit Pakar, suasana dingin menyeruak pada malam itu,

berikut laporan Ari Widodo, Bandung

Sierra café and Lounge yang berlokasi di Jalan Bukit Pakar Timur 33, memang menjadi pilihan warga Bandung dan pelancong dosmestik, maupun luar negeri. Malam itu pukul 19.35 WIB berada di ketinggian 1100 meter DPL, suasana semakin meriah dan tumpah ruah. Ini dipadati pengunjung mencari alternatif bersantai suasana dingin.

Apalagi saat itu, ditemani musik band lokal, pada lantai 3 Sierra café dan Lounge digelar kegiatan Dinner Night yang diselenggarakan oleh PT Indosat Tbk. Memang sekitar 100 wartawan dari berbagai daerah berkumpul dan diundang resmi sebagai ajang keakraban yang disuguhkan Indosat.

Suasana saat itu sangat dingin, ternyata wartawan kebanyakan salah kaprah dikira dibawa ke restaurant tertutup. Ternyata diluar dugaan mereka tidak mengenakan jaket, apalagi suhu udara sekitar 17 derajat celcius membuat mereka sedikit gelisah.

“Wah salah nih kan kita sudah katakan kalau di sini dingin, kenapa juga nggak pakai jaket. Nah dingin malam ini nggak tahan,” kata Irwansyah, wartawan Harian Pagi Radar Lampung (Grup Jawa Pos) berkata kepada penulis Ari Widodo, wartawan Harian Pagi Radar Bute.

Rekan-rekan wartawan dalam acara Dinner Gathering Indosat berkumpul di ruang terbuka. Tak lama kemudian ratusan Marketing Communication Indosat dari seluruh Indonesia tiba bergabung. Acara makan malam itupun dimulai, Direktur Sales Regional Syakieb Ahmad Sungkar memberikan sambutan, bahwa keberhasilan Indosat dalam brand merek Mentari dan IM3 memasarkan sangat sukses. Dibalik itu juga dengan program point plus-plus dengan pemberian hadiah luar biasa yakni mobil Jaguar.

“Untuk itu kedepan kita tetap memperluas pemasaran produk yang unggul ini ke pelosok daerah. Dengan harapan produk ini menjadi pilihan warga yang belum pernah terjamah oleh kita,” ujarnya.

Menariknya di lantai dua terlihat ratusan pelancong duduk bersama keluarganya. Mereka bersantai sambil makan, dan sangat berbeda mereka 'cuek' dengan apa kegiatan di lantai tiga, saat terjadi hingar bingar musik. “Ih, mereka cuek sekali. Kita udah foto mereka tapi nggak ada satupun yang lihat ke atas,” kata Agus salah seorang wartawan Sumatera Ekspres pada Radar Bute.

Bagian sudut lainnya di pintu masuk terus terjadi antrian warga memesan tempat. Mereka dengan sabar untuk mendapatkan tempat, sepertinya memang lokasi ini menjadi pilihan untuk lbiuran. Apalagi saat itu, kebanyakan mereka keturunan etnis Tionghoa yang memadati. Di ujung serambi terlihat warga bergembira dan foto bersama. Dikatakan rekan dari Radar Cirebon, Hendrik, suasana malam di tempat perbukitan sudah terbiasa.

Tidak jauh berbeda di puncak Bogor yang ramai pengunjung baik siang maupun malam hari. Kebanyakan mereka berasal dari Jakarta. Lokasi parkiran yang berada di perbukitan cukup sulit bagi kendaraan memarkirnya. “Saya sering melihat tempat ini sangat cocok untuk bersantai, memang harus pakai jaket agar lebih nikmat lagi. Kalau nggak pakai dingin banget,” akunya. Tambahnya sesuai cuaca yang dingin menjadi pilihan untuk bersantai di atas perbukitan sambil menikmati pemandangan malam di Bandung ini.

Malam itu dilanjutkan dengan penampilan baik dari Marcom Indosat, maupun wartawan. Jelas malam itu sangat happy, apalagi lagu yang dibawakan Nur Candra dan Irfan. Sambil berjoget penuh keceriaan, bahkan tidak puasnya mereka berfoto bersama untuk mengabadikan malam pertemuan wartawan ini. (bersambung)

Tidak ada komentar: